Karya Terbaik; Fokus, Passion, Ketekunan

Kunci Menghasilkan Karya Terbaik : Fokus, Passion dan Ketekunan

Oleh: Hendra Rey (雷伟业牧师博士)

“Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.” (Matius 25:30)

Bacaan: Matius 25:14-30

Dalam perumpamaan tentang Talenta, orang yang tidak berguna dicampakkan ke dalam tempat yang gelap, di mana orang ketakutan dan kesakitan sehingga dikatakan terdapat ratap dan kertak gigi. Ini untuk menjelaskan bahwa semua orang sudah dipercayakan talenta, bakat dan karunia, untuk berkarya menghasilkan sesuatu. Karya yang dapat dirasakan oleh dirinya sendiri, lingkungan dan orang sekitarnya serta sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Tuan yang telah memberikan semua talenta. Jika segala talenta bakat dan karunia yang Tuhan percayakan tidak dikerjakan dengan baik, itulah yang dimaksud sebagai orang yang tidak berguna.

Komik Alkitab Anak: Perumpamaan Talenta
Tuan itu mempercayakan harta talentanya sesuai kesanggupan masing-masing hambanya

Matius 25 menjelaskan ada 3 orang yang diberi talenta, yang dua menggunakan talentanya untuk berkarya semaksimal mungkin, sedang yang satunya lagi,  karena pikiran dan respon yang negatif akhirnya tidak mau berkarya. Dua yang berkarya dipuji oleh tuannya, untuk menggambarkan bahwa Tuhan senang kepada orang yang mau mempertanggungjawabkan semua talenta dan karunia yang ada padanya, sehingga mereka mendengar suara yang indah, “Masuklah ke dalam kebahagiaan tuanmu” Sedangkan yang tidak menghasilkan apa-apa, karena dia tidak berusaha dan berkarya sama sekali sehingga mendatangkan murka dari tuannya. Hal kerajaan sorga juga demikian, semua orang sudah dititipkan talenta dan karunia dari Tuhan, untuk dikerjakan, dimaksimalkan dan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Jika anda benar-benar ingin melakukan sesuatu, anda akan menemukan jalannya. Jika anda tidak ingin, anda hanya akan menemukan alasan.

Begini Ekspresi Jokowi Saat Menikmati Kopi Bali Rasa Buah
Melalui Kopi berkarya bagi bangsa dan kemuliaan Tuhan

Kali ini saya mengangkat kisah seorang Evani, wanita kelahiran Semarang Agustus 1990, yang berkarya melalui talentanya dibidang Kopi sehingga mengharumkan nama Indonesia. Bermula dari temuannya di banyak tempat kedai kopi yang terkenal di luar negeri hampir semuanya menggunakan Kopi dari Indonesia. Ia lalu mendalami semua hal tentang Kopi. Pengetahuannya akan kopi, dari keliling ke banyak kebun kopi di Indonesia, mengelola kopi sampai memasarkannya. Ia mengenal berbagai tingkatan kualitas biji kopi. Evani kemudiaan terpilih menjadi satu-satunya wakil Asia dalam ajang Barista and Farmer tahun 2016 yang diselenggarakan di Sao Paulo Brasil. Evani masuk 10 besar dan membuatnya menjadi Barista Pertama Indonesia yang diakui International dengan sertifikat Q-Grader. Evani akhirnya berhasil mengembangkan Firs Crack Coffee, Strada Coffee dan Demi Cinta Kopi. Passionnya ingin mengangkat kopi Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Passion, Fokus and Ketekunan adalah prinsip untuk mengembangkan talenta dan menghasilkan karya terbaik yang sangat berguna sehingga nama Tuhan dimuliakan.

Saudara, coba teliti talenta dan karunia apa yang Tuhan sudah titipkan pada Anda..apakah selama ini sudah digunakan untuk menghasilkan karya yang berguna? Pertama, coba fokuskan untuk berkarya dengan segala talenta dan karunia yang Tuhan sudah berikan. Fokus akan menolong kita untuk meningkatkan motivasi, produktivitas, dan kreativitas. Mempertahankan fokus adalah kunci memperoleh hal yang baik. Anda seharusnya memahami bidang kompetensi Anda, keterampilan Anda, dan menghabiskan waktu serta energi Anda di sana. Orang yang tidak menggunakan talentanya, dalam perumpamaan Tuhan Yesus tersebut, ia tidak fokus kepada Tuannya dan talenta yang ada padanya. Ia fokus kepada prasangka buruk kepada tuannya sehingga ia tidak bisa mengembangkan talenta dan hidup tidak kreatif. Mustahil akan ada kemajuan tanpa perubahan. Orang-orang yang tidak bisa mengubah pikiran mereka, tidak bisa mengubah apa pun. Bruce Lee pernah berkata, “Petarung yang sukses adalah orang rata-rata, dengan fokus setajam sinar laser”.

Kedua, setelah fokus dalam menggunakan talenta dan karunia maka selanjutnya adalah mari kita berkarya sesuai dengan Passion kita. Passion, maka diri kita akan bekerja dalam kondisi penuh semangat, antusias, dan terlibat secara mendalam di pekerjaan tersebut. Perhatikan perumpamaan talenta yang Tuhan Yesus sampaikan. Kedua orang yang dipuji itu, ingin mempertanggungjawabkan talenta itu pada tuannya, mereka tahu bahwa mereka harus melakukan kehendak tuannya. Karena itu mereka tidak mengeluh tentang tugas yang diberikan, melainkan berusaha mengembangkan talenta yang dipercayakan. Passionnya adalah melakukan kehendak tuannya, itu sebabnya ia mengerjakan dengan semangat dan maksimal. Passion is the genesis of genius – Keinginan yang kuat adalah permulaan dari kepandaian yang luar biasa, dan karya-karya yang berguna akan dihasilkan.

Kata Mutiara Bahasa Inggris tentang Ketekunan (Perseverance): A little more persistence, a little more effort, and what seemed hopeless failure may turn to glorious success. Elbert Hubbard

Ketiga, langkah selanjutnya yang tidak kalah penting adalah persistence atau kegigihan dan ketekunan. Ada pepatah, “Dalam konfrontasi antara sungai dan batu, sungai selalu menang — bukan dengan kekuatan tetapi dengan ketekunan” Orang yang tekun adalah orang yang berfokus, konsisten, dan tidak cepat atau mudah putus asa terhadap apa yang sedang dikerjakannya, meskipun sulit atau berat. Fokus dan Passion yang mendorong orang mau berusaha dengan tekun. Untuk mengembangkan talenta, ada pasang surut yang tidak mudah., dan itu perlu ketekunan.

“The key to success is action, and the essential in action is perseverance.” — Sun Yat-sen

Kunci keberhasilan adalah tindakan, dan yang penting dalam tindakan adalah ketekunan.

Berapa banyak sih 1 talenta yang dimaksud Tuhan Yesus? 1 talenta = 34 kg emas murni. Harga emas per Agustus 2020 adalah 1.065.000/ gram. Berarti 1 kg emas adalah 1.065.000.000 (1 milyar lebih).

Orang yang dipercayakan 1 Talenta berarti 1.065.000.000 x 34 = 36.210.000.000 (36.2 Milyar rupiah) suatu jumlah yang tidak sedikit.

Orang yang dipercayakan 2 talenta berarti 1.065.000.000 x 34 x 2 = 72.420.000.000 (72.4 Milyar Rupiah)

Orang yang dipercayakan 5 talenta berarti 1.065.000.000x34x5 = 181.050.000.000 (181 milyar rupiah lebih)

Bagaimana menjalankan uang sebanyak itu untuk dikembangkan secara maksimal? Tentu perlu banyak pikiran, energi, strategi, usaha dan melibatkan orang yang tidak sedikit. Dalam mengelola uang dan orang itu merupakan perkara yang tidak mudah, belum lagi unsur-unsur eksternal. Jadi kemungkinan pasang surut dan jatuh bangun, dan segala lika-liku bisnis harus dilewati. Jika tidak punya ketekunan yang sungguh maka tidak mungkin bisa berhasil.

Coba jika hamba yang tidak berguna itu mau melihat talenta yang dipercayakan padanya, itu adalah jumlah yang besar yang harus disyukuri. Jika diberi modal 36 milyar untuk menjalankan usaha, banyak hal bisa dilakukan dan jika dikerjakan dengan seirus, cermat dengan strategiyang tepat, maka ada hal yang bisa dihasilkan. Alkitab berulang kali mengajarkan bahwa kita perlu tekun dalam melakukan apa saja, termasuk kita perlu tekun dalam mengikut Tuhan dan mengerjakan keselamatan yang sudah kita terima. Yakobus memberikan nasihat, “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang,  supaya kamu menjadi sempurna  dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. (Yakobus 1:3-4)

Mari selagi ada kesempatan, selagi kita dipercayakan hidup oleh Tuhan, kita menggunakan semua talenta dan karunia yang ada pada kita dengan maksimal. Kita mengembangkan semua itu dengan hidup yang punya Fokus, punya Passion dan punya Ketekunan. Tuhan memanggil kita untuk berkarya, yang berguna bagi sesama kita, bagi dunia untuk kemuliaan Tuhan. Kalau Evani bisa berkarya melalui kopi, Anda juga bisa berkarya melalui apapun yang ada pada Anda.

Coba renungkan , jika saat ini Tuhan panggil kita, kita meninggal dunia, apakah kita yakin didapati oleh Tuhan Yesus kita sebagai orang yang baik , yang berhasil menggunakan talenta dan karunia untuk dipertanggungjawabkan, sehingga kita akan mendengar suara Tuhan yang berkata, “Masuklah ke dalam kebahagiaan Tuan mu hai hambaku yang setia” atau justru kita akan mendengar suara Tuhan yang berkata, “Campakanlah hamba yang tidak berguna itu…”

Saya sih ingin jadi orang yang berguna untuk keluarga, dunia demi kemuliaan nama Tuhan Yesus. Saya juga rindu mendengar suara Tuhan yang berkata, “Masuklah ke dalam kebahagiaan Tuanmu hai hambaKu yang setia” -h.rey-

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: