Melayani Tuhan Seperti Pendayung Perahu

Seri Renungan Tentang Arti Melayani

Melayani itu Seperti Pendayung Perahu

Hendra Rey 雷伟业牧师博士

1 Korintus 4:1-2

Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba (huporetes) Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.

Konteks 1 Korintus 4 adalah Paulus tidak disenangi, dicibir , disalah mengerti oleh jemaat di Korintus. Mereka sedang menghakimi Paulus (4:3). Mereka melupakan semua jasa Paulus yang telah berjuang begitu keras di kota Korintus (4:7-13; bdk. Kis 18).

Paulus pun mengatakan bahwa mereka adalah hamba Kristus, ya mereka harus berjalan sesuai dengan panggilan Tuhan yang sering tidak sesuai dgn panggilan gereja secara organisasi. (istilah kami karena memang bukan paulus sendiri yang menulis tapi bersama dengan Sostenes)

창포에 물드는 스이고, 노 젓는 배 유람도 즐거운 창포 축제 - ANA
Huporetes = Pendayung Perahu yang membawa penumpang sampai ke tujuan.

Istilah melayani yang digunakan dalam ayat tersebut adalah huporetes. Penggunaan kata ini digunakan untuk dua hal; pertama, para pendayung perahu. Pelayan adalah para pendayung, yang bertanggungjawab membawa perahunya maju sampai ke tujuan. Pendayung suka mendayung sendiri, kalau toh ada teman paling hanya beberapa orang yg bergantian mendayung perahu. Tuhan banyak memilih orang orang khusus-NYA yg tidak bergaul dgn banyak orang.. nampak unik, namun mereka setia melayani Tuhan. Beberapa contoh dalam Alkitab, yohanes Pembaptis, Yusuf yang melayani Firaun di Mesir.. sampai Markus yang membantu Barnabas dan Paulus. Para pemimpin yang baik akan memberi semacam kebebasan untuk para pendayung yang punya pikiran dan cara serta gaya tersendiri untukk berkarya, yang ujungnya kerajaan Allah dimajukan, walau mungkin tidak berdampak langsung pada organisasi yang menaunginya.

“Seorang pemimpin yang terbaik adalah ketika orang hampir tidak tahu dia ada. Ketika pekerjaannya selesai dan tujuannya terpenuhi, pemimpin tersebut akan berkata: kita melakukannya bersama-sama.”

Kedua, huperetes itu berarti melayani tanpa kelihatan, atau melayani dengan tidak menonjol namun dengan hati dan sikap yang penuh pengabdian. Contoh selain Markus adalah Lukas, yang tidak tampil di depan umum , waktu itu relatif tidak dikenal banyak orang, namun diam diam bekerja, mempengaruhi Teofilus, Sang Pejabat Romawi. Adalah baik, orang bisa melayani di depan umum, namun tak kalah penting orang yang melayani sebagai orang yang mengabdi dan melayani Tuhan, memberi dampak walau tidak populer dan tidak menonjol seperti Lukas.

Kebanyakan orang akan melihat kesuksesan atau merasa hebat ketika ia bisa tampil terdepan, muncul sebagai “sang bintang”. Mereka yang berada di balik layar tak merasa sukses atau tak merasa hebat, bahkan meremehkan dirinya sendiri. Dengan kata lain, ketika seseorang melakukan pekerjaan besar, dilihat banyak orang, ia merasa sukses. Sementara ketika melakukan hal kecil yang tak tampak di permukaan, ia lantas tak merasa hebat dalam pekerjaannya. Padahal, hal besar yang tampak di permukaan, takkan ada artinya tanpa pekerjaan “tak tampak” yang dilakukan banyak orang di balik layar. Paling penting adalah kita jalankan peran kita sesuai panggilan Tuhan, lagian Tuhan Yesus senang sekali bekerja sama dengan orang-orang yang tidak menonjol tapi memberi dampak yang besar. Orang yang bisa melayani dengan tidak menonjol juga relatif lebih mudah menjaga diri dari godaan menyombongkan diri sendiri, hidup melayani dengan rendah hati, itulah yang disukai oleh Yesus.

Saudara, apa maknanya bagi kita? Mari kita melayani bagai pendayung perahu, masing masing kita unik dan special, tapi jangan minder dengan keunikan dan kekhususan mu. Tuhan Yesus sangat perlu Yohanes Pembaptis yg aneh bin ajaib baik secara penampilan maupun kalimat kalimatnya yang tajam dan menusuk nurani orang. Paulus dan Sostenes ditolak, diomongin, difitnah tapi mereka tetap setia dan terus berkarya. Orang mungkin membicarakan keanehan kita, bahkan cenderung negatif, tapi seperti pendayung, kita harus terus maju mendayung perahu yang Tuhan percayakan. Karena di seberang sana Tuhan Yesus sudah menantimu.

Kedua, mari kita berkarya untuk Tuhan, walau tidak menonjol, namun pasti memberi dampak. Hidup kita adalah untuk memberi dampak bagi kemuliaan Yesus. Mari kita lakukan perbuatan-perbuatan yang nampak kecil tapi berdampak untuk kemuliaan Tuhan. Paling sedikit buatlah satu kebaikan untuk orang yang kesepian, gagal, tertolak, bangkrut supaya mereka mengalami jamahan kasih sorgawi melalui dirimu.

Salam Pendayung Perahu.

h.rey🛐✝️🛐

Saya memang seorang pendayung yang lambat, tetapi saya tidak ingin berhenti.

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: