Konsep Melayani – Rendah Hati

Mari Melayani Tuan – Melayani dengan Rendah Hati

Oleh : Hendra Rey 雷伟业牧师博士

Adapun hamba (doulos)yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Lukas 12:47

Ayat ini adalah salah satu contoh yang menjelaskan pengertian dari budak (doulos), seorang hamba tidak ada agenda lain selain melakukan kehendak tuannya. Jika tidak , maka itu berarti ia sedang melawan tuannya dan layak mendapat hukuman.

Awam pun Dipanggil untuk Melayani: Ketulusan Hati, Kunci Pelayanan yang  Baik • BMV Katedral Bogor
Ditebus untuk Melayani – Melayani Dengan segenap Kemapuan

Tuhan Yesus sedang mengajarkan kepada murid murid tentang konsep melayani. Ia menggunakan kata doulos untuk menggambarkan bagaimana kita melayani Tuhan yakni;

Pertama, Kita ditebus untuk melayani Tuhan.

Seorang hamba tahu bahwa hidupnya untuk melayani tuannya. Seorang doulos dalam zaman Yesus lebih merupakan budak belian, oleh kebanyakan orang dianggap jauh lebih rendah dari konsep buruh zaman sekarang yang dibayar. Seorang pelayan atau pegawai yang dibayar sudah semestinya melayani atau bekerja sesuai dengan kehendak tuan yang membayarnya. Kata doulos ini mengandung arti adanya kepemilikan total di pihak sang tuan, apa yang hamba lakukan hanyalah melakukan keinginan tuannya. dan hal ini menuntut ketaatan total terhadap kehendak sang tuan. Jadi dengan pengertian seperti ini, seharusnya tidak ada lagi motivasi “melayani” untuk memperoleh keuntungan dan kehormatan diri sendiri. Pelayanan seorang hamba bersifat tak bersyarat. Jadi jika kita melayani bukan demi untuk mendapatkan sesuatu dari Tuhan, namun karena kita sudah menjadi milik-Nya, karena itu kita mengabdikan diri kepadaNya. Jika seorang sungguh menyadari bahwa dirinya telah menjadi milik Kristus , sang Tuan itu, maka secara otomatis ia mau melayani Tuhan. saya juga kagum dengan orang-orang yang tahu bahwa apa yang ia miliki adalah titipan Tuhan, karena itu ia bisa mempersemabhakn apa saja, semuayagn ada padanya untuk melayani Tuhan Yesus.

Kedua, Kita melayani dengan segenap kemampuan.

Dengan menggunakan kata doulos ini, Lukas menggambarkan pelayanan seturut panggilan Allah. Artinya kita melayani Tuhan dengan segala talenta, karunia dan kemampuan yang ada pada kita. Zaman dulu, seorang tuan akan mengamati calon budaknya, salah satu penilaiannya adalah apakah kemampuan calon budak tersebut nantinya bisa meringankan atau bahkan sangat berguna dalam hidup dan pekerjaannya. Kita sering bertanya, bagaimana saya bisa melayani? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pertama-tama telitilah apa yang anda miliki, keahlian dan ketrampilan serta seluruh kebisaan Anda sendiri. Karena semua itu adalah titipan Tuhan agar kita gunakan untuk memuliakan dan melayani Tuhan Yesus. Ketika kita berpikir tentang Allah, ada hati atau pemikiran kita tentang sesuatu yang bisa melengkapi pelayanan yang ada, itulah panggilanNya untuk kita. Jadi jika kita diberi lebih itu bukan berarti hanya meningkatkan standar kehidupan kita saja tapi juga untuk meningkatkan standar pemberian dan pelayanan kita. Jangan menjalani hidup Anda tanpa arti. Setidaknya, Anda bisa kembali dengan membawa kenangan baik dan tidak terlupakan. Anda tidak harus menjadi orang kaya untuk bisa membuat kenangan yang baik, tapi setidaknya bisa berbagi kepada mereka yang membutuhkan, demi nama Tuhan dengan segenap kemampuan yang ada pada diri Anda.

Ketiga, Kita melayani dengan Sukacita

Sukacita adalah seperti Payung yang akan melindungi kita dari Hujan Kehidupan yang dengan deras mengguyur hendak membasahi kita. Allah menginginkan kita untuk mengkontribusikan waktu, energi, dan pengetahuan kita secara tanpa pamrih. Allah memanggil kita untuk melayani tanpa mengeluh dan tanpa reserve, dengan penuh kasih, memandang lebih jauh daripada kenyamanan kita sendiri, kepada kebutuhan-kebutuhan orang lain dan Gereja. Ingatlah, Yesus bersabda: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, akan banyak dituntut dari dirinya, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut dari dirinya” (Luk 12:48). Seperti budak yang baik akan bekerja tanpa mengeluh, demikian orang Kristen yang baik, akan melayani dengan sukacita. Sukacita sejati bukan tergantung dari kondisi, tetapi dari hati yang mengasihi Yesus sang Tuan, hati yang ingin melayani Tuan di atas segala Tuan , Yesus Kristus.

Spread the Word by KJ: John 13: Jesus is the Portrait of Humility
Layani Tunan dengan Sukacita dan Rendah Hati

Keempat, Kita berusaha melayani dengan Rendah Hati

Yesus menempatkan diri sebagai doulos. Ketika membasuh kaki para murid-Nya, Ia menunjukkan bahwa itu adalah jabatannya, juga menunjukkan bahwa keberadaan-Nya adalah untuk melayani, bukan untuk mencari kekuasaan atau kemuliaan, karena mencuci kaki adalah tugas yang berat (Yoh. 13: 1 dst.). Teladan itu untuk juga memberitahu bahwa melayani itu perlu dengan rendah hati. Semakin orang belajar rendah hati, maka itu akan membuat ia melayani yang menyenangkan Tuan kita Yesus Kristus.

Melayani bukan berarti sekadar bersibuk di sana-sini dan bukan pula sekadar memberi ini atau itu. Atau mengatur harus begini dan begitu. Melayani adalah mengosongkan diri dan menempatkan kepentingan sendiri di bawah kepentingan Tuhan dan kepentingan orang lain – dan ini perlu belajar rendah hati dari Yesus yang berkata bahwa belajarlah daripada-Ku karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Pada zaman sulit pandemik dunia saat ini, semangat melayani seperti ini tetap ekeftif dilakukan oleh semua jemaat yang mengasihi Kristus, agar banyak orang boleh datang pada-Nya dan menjadi kesaksian kristiani yang baik.

Kita melihat kebahagiaan itu seperti pelangi, tidak pernah berada di atas kepala kita sendiri, tetapi selalu berada di atas kepala orang lain – jika kita melayani, maka hidup akan lebih berarti.

Apakah Anda mampu melihat pelangi indah itu?

youtube : Hendra Rey https://www.youtube.com/channel/UCU_eW2YNQ1az1npjrY_1K3g

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: