Bijaksana Memilih Jodoh: Bibit Bebet Bobot

oleh : Hendra Rey 雷伟业牧师博士

Bibit Bebet Bobot: Bijak Pilih Jodoh, Bijaksana Pilih Menantu

Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 2 Korintus 6:14

Tuhan menghargai kehendak bebas manusia termasuk berpikir bijak dalam hal memilih jodoh. Jadi jodoh bukan ketetapan Allah bahwa Si A harus jadi dengan si B, tetapi Tuhan menetapkan prinsip-prinsip dalam memilih pasangan dan yang utama adalah jangan memilih yang tidak seimbang dengan orang yang tidak percaya. Sebab jika jodoh kita sudah ditakdirkan oleh Allah, mengapa ada perceraian, ada cekcok dalam rumah setiap hari, atau karena keluarga jauh dari kata bahagia, manusia akhirnya frustasi dan menyalahkan Tuhan.

Alkitab mengajarkan beberapa prinsip dalam memilih jodoh:

Pertama, memiliki iman yang sama di dalam Tuhan Yesus, dan sama-sama hidup dalam pertobatan. yang sama saja butuh penyesuaian yang tidak mudah apalagi jika tidak sama. Kedua, lawan jenis bukan sejenis. Alkitab tidak merestui LGBT. Laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan ditentang Allah. 1 Kor 6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah ? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit (LGBT-kawin sesama jenis) 6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

 Ketiga, bertekad mengikat perjanjian seumur hidup. Keempat, bertekad mengikuti dan melayani Tuhan bersama. Kelima, seimbang. Selain rohaninya yang seimbang, lalu apa lagi? Mungkin Prinsip Bibit, Bebet, Bobot bisa dijadikan pertimbangan.

Bibit, Bobot, Bebet - HALLO THERE!

Bibit yakni melihat latar belakang keluarga orang yang dipilihnya. Apakah dari keluarga baik-baik, tidak broken home, berpendidikan- pendidikan baiknya tidak jomplang, dan memiliki pola asuh anak yang baik. Meski bukan ukuran mutlak tetapi prinsip keseimbangan ini penting. Ada yang pasangannya dari keluarga yang broken home dan akhirnya bisa baik, tetapi perlu penyesuaian dan perjuangan yang tentu tidak mudah.

Mau Nikah? Jangan Munafik, Lihatlah Bibit-Bebet-Bobot nya, Supaya Rumah  Tangga Damai | KASKUS

Bebet yakni dimaknai sebagai status ekonomi seseorang dalam kehidupan rumah tangga ekonomi menjadi kebutuhan dasar manusia. Jika keluarga dengan latar belakang ekonomi seimbang akan lebih mudah penyesuaiannya. Jika berbeda jauh akan lebih susah. Umumnya jika wanita lebih di bawah status ekonmi, permasalahan tidak terlalu banyak. Namun, jika pria jauh lebih di bawah maka kemudian hari sang istri bisa disengsarakan, dimanfaatkan, bahkan diceraikan, kecuali pria tersebut sudah sungguh bertobat dalam Tuhan Yesus dan bertumbuh dalam iman dan karakternya.

Bobot melihat kualitas diri seseorang. apakah fisiknya sehat, serta sopan santun dan karakternya baik. Berani kerja keras dan daya juang tinggi, soft skill yang cukup, dan kerohanian yang sehat. Kualitas diri seseorang tercermin dari bagaimana ia memperlakukan orang lain, dan bagaimana ia berjuang untuk menuntaskan pekerjaan dan tanggungjawabnya.

Mengutip Filosofi orang Jawa, pertimbangan bobot ini meliputi:

  1. Jangkeping Warni (Lengkapnya Warna). Merupakan istilah yang merujuk pada sempurnanya fisik seorang calon menantu. Kiranya tidak bisu, buta, tuli, lumpuh atau impoten.
  2. Rahayu ing Mana (Baik Hati). Bisa diartikan sebagai ‘inner beauty’ dalam bahasa sekarang. Termasuk di dalamnya adalah kecakapan agama seseorang.
  3. Ngertos Unggah-Ungguh (Mengerti Tata Krama).
  4. Wasis (Ulet). Menantu yang baik haruslah rajin dan siap bekerja keras demi masa depan rumah tangga yang dinahkodainya.

Camkanlah, pilihlah pasangan yang seimbang, calon menantu yang seimbang, sambil tentu tetap membutuhkan anugerah kasih setia Tuhan yang besar.

Salam pilih yang seimbang.

Refleksi Diri:

  • Apakah Anda sudah mencari calon pasangan hidup/menantu yang seimbang dan mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobot yang baik?
  • Bagaimana Anda sebagai anak Tuhan mencoba menyeimbangkan diri dengan pasangan dalam hal kerohanian, tentu ke arah kerohanian yang lebih baik?

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: