Adven-Natal : Perpisahan.., Sampai Jumpa?

Oleh : Hendra Rey 雷伟业牧师博士

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” Kisah Para Rasul 1:11 (KPR 1:6-11)

Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan manusia, kita merayakannya sebagai Natal. Kemudian Dia pergi ke sorga, kita merayakannya sebagai hari Kenaikan, dan jangan lupa Dia akan kembali lagi, pada saat itu kita takkan sempat merayakannya, karena itu hari Kiamat, akhir dari segala sesuatu di dunia fana. Ya itulah yang terjadi dalam hidup, datang, pergi, dan kembali.

Carly Rae Jepsen - Last Christmas (Lyrics) - YouTube

Yesus telah pergi, tapi Dia mau kita tidak bersedih. Yesus ingin kita mengisi hari penantian dengan lebih bermakna. Hidup berkarya nyata menjadi kesaksian bagi dunia sekitar kita. Hidup lebih bersabar, lebih bisa menguasai diri, mengampuni, membawa sukacita dan damai daripada selalu melihat kelemahan orang lain serta membicarakannya ke mana-mana. Lebih baik kita mengoreksi diri dan membicarakannya kepada Yesus. Kita tahu, Yesus pergi untuk menyediakan sesuatu bagi kita yang percaya. Hiduplah sebijak mungkin karena Dia pasti kembali menjemput kita.

Saudaraku, Anda datang untuk apa? Anda sedang pergi ke mana dan melakukan apa? Tetaplah siuman, kita harus pulang dan terutama kembali ke hadapan Tuhan untuk dihakimi dan diadili! Karena itu berterima kasihlah pada Tuhan, pada semua kasih dan keseitaan-Nya yang ajaib. Bagikan itu pada yang mebutuhkan, haturkan itu pada yang sudah menjadi alat Tuhan bagi dirimu. Ooo.. seandainya semua yang mengaku mengasihi Yesus bisa terus siuman, dunia pasti akan lebih terang dengan kasih Kristus.

Hidup ini hanya sementara, nikmati tapi jangan terlena.
Bila tiba waktunya pulang ke rumah Bapa,
siapkah dirimu menghadap tahta pengadilan-Nya?

Dalam hidup ini pun, ada orang yang datang dan pergi. Pergi dan tak kemnbali lagi, atau pergi untuk berjumpa kembali.
Nyatakan rasa terima kasih lebih baik ketimbang mencela kehadirannya

Pada momen Natal, baik juga dijadikan sebagai momen untuk merenung dan mengenang. Untukmu yang telah pergi meninggalkanku, atau untuk orang yang akan kutinggalkan, ijinkan aku menyatakan rasa terima kasih dari lubuk hati yang terdalam;

Terima kasih Kau telah menjadi rasa di hamparan ingatanku,
memaniskan kasih rindu yang sudah lama pahit.

Terima kasih Kau telah menjadi riuh di sunyi pagiku,
menemani hingga tak kembali lagi dalam riuh kehidupan semesta yang ku jalani.

Yesus datang membawakan sejuta kisah kasih yang lama terhenti, kemudian pergi meninggalkan kenangan kasih yang tak bertuan, lalu ‘kan kembali menjemputku. Ah… dalam gelap malamku, ‘kan kuceritakan pada bintang-bintang yang menemani malam. Betapa pun manis kerlingan cahayanya, tetap lebih indah terang diri-Mu. Saksikan dan bagikan kasih-Nya, dan nyatakan rasa terima kasihmu pada orang yang telah mampir dan menjadi berkat dalam hidupmu, walau hanya sejenak dalam hidupmu.

Salam Terimakasih.

Ada apa dan siapa di Natal tahun lalu?

Hai jiwaku, jika ini natal terakhir bersamanya , apa yang harus kubuat?

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: