Kekristenan tanpa Kristus

oleh: Hendra Rey 雷伟业牧师博士

Kekristenan tanpa TUHAN Yesus Kristus

“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (I Korintus 15:14).

Christianity without Christ! – michealspencer

Apa yang paling diharapkan oleh Iblis ? Apakah ia berharap orang Kristen tidak ke gereja? Tidak! Apakah iblis berharap orang Kristen tidak aktif dan melayani bahkan mengumpulkan uang dan banyak kegiatan atas nama pelayanan misi? Tidak! Silahkan penuhi gereja, silahkan sibuk “melayani”, silahkan sibuk “bermisi” silahkan kumpulkan uang yang banyak untuk “misi” , Iblis sama sekali tidak takut ! Ia akan membuat semua itu nampak benar. Yang iblis akan buat adalah kekristenan tanpa kristus. Kristen tanpa Kristus sesungguhnya nothing, alias sia-sia.

Ia membiarkan orang Kristen memenuhi gereja, gereja yang semakin sedikit menyebut nama Kristus dan tidak berpusat pada-Nya. Ia membiarkan orang Kristen sibuk mengerjakan semua itu, karena intinya hobi, kegiatan social, atau bahkan satu wadah mencari kekuasaan dan kesempatan meningkatkan popularitas bahkan memenuhi pundi dan kantong pribadi.

 Apakah ia takut jika orang Kristen mission trip, merancang dan melakukan banyak proyek misi ? Tidak, ia membiarkan persembahan misi terkumpul banyak dan dihabiskan untuk semua itu, karena ada uang yang tidak dipertanggungjawabkan, dimanfaatkan untuk jalan-jalan, untuk membangun dan beli fasilitas ini itu, atau bahkan kegiatan yang bisa dijual untuk mendatangkan keuntungan lebih, tapi bukan Kristus yang diberitakan dan diutamakan. Ia tidak takut semua itu, karena Iblis berharap yang terjadi adalah Kekristenan tanpa Kristus. Kekristenan yang tidak terpusat pada Kristus. Para pengurus misi sibuk “:menjual” pelayanan-pelayanan tetapi sendirinya tidak pernah memberitakan Kristus yang disalibkan melalui hidup dan mulutnya sendiri. Jemaat yang cerdas tidak akan membuang waktunya bersama orang-orang yang sendirinya tidak pernah memberitakan Kristus yang disalibkan, tidak akan membuang uangnya atas nama misi untuk kegiatan bimbingan belajar, pengentasan kemiskinan pemberdayaan masyarakat, pengobatan gratis dan sebagainya tetapi tidak memberitakan Injil Kristus yang membebaskan manusia dari penjara dosa.

Prinsip misi Kristen yang benar adalah proklamasikan keselamatan yang dari Tuhan Yesus Kristus dan didukung dengan kesaksian hidup , menjadi garam dan terang dunia, sehingga menjadi Surat Kristus yang terbaca bagi semua orang. Jika hanya kesaksian hidup, aksi social tanpa bermuara pada pemberitaan tentang Kristus, maka itu hanyalah aksi social. Sebaliknya orang kristen yang rajin bersaksi tentang Kristus seharusnya rajin juga berkarya bagi dunia ini agar orang tahu bahwa pengikut Kristus sejati peduli akan dunia ini.

Kebaktian, pelayanan, misi, dan semua ibadah kita dilakukan tanpa berpusat pada Kristus, tanpa mewartakan injil Kristus yang menyelamatkan manusia berdosa itu yang dikehendaki oleh Iblis dan antek-anteknya. Kita mungkin menyebutnya memuliakan Kristus, tapi ada banyak lagu rohani Kristen yang dinyanyikan oleh orang Kristen di dalamnya tidak ada satu katapun yang mengambarkan Kristus, Yesus, Salib atau Anak Domba Allah, semua hanya berbicara tentang TUHAN secara universal. Tuhan adalah frasa umum, setan tidak takut orang menyebut nama Tuhan, yang setan takuti adalah nama Tuhan Yesus Kristus. Coba perhatikan tema-tema kotbah yang ada, Diberkati untuk Menjadi Berkat, Maksimalkan Potensimu, Bagaimana Menjadi orang yang Berhasil, Perseembahan Sulung, Jangan Mencuri Uang Tuhan karena tidak memberikan Perpuluhan, Bagaimana Memberi Persembahan, Menjadi Orang yang Berbeda dst. Kotbah-kotbah yang menyebut nama Yesus sedikit namun tidak berpusat pada Tuhan Yesus, tidak berpusat pada Kristus. Orang Kristen mudah terpedaya oleh Iblis dengan semua itu, sampai ada tahun-tahun di mana gereja-gereja dipenuhi oleh orang yang memuja nama gubernur lebih banyak dari nama Kristus itu sendiri. Saya sedih. Itulah yang diprediksi oleh William Booth, pada tahun 1900 bahwa pada abad mendatang akan marak “Kekristenan tanpa Kristus.” Dan itu persis seperti apa yang dikhotbahkan, diajarkan, dan disaksikan pada hari ini. Kristus hanya disinggung sambil lalu saja.

Christianity Without Christ? | Christianity, Christ, Christian

Jemaat, mari kita kembali pada inti utama kekristenan, Tuhan Yesus Kristus. Rasul Paulus menyatakan bahwa, Jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kekristenan kita. Kebangkitan Kristus adalah pusat kekristenan kita. Mengapa?

Pertama, kebangkitan Kristus membuktikan bahwa kita beriman kepada Tuhan yang benar; benar dalam perkataan-Nya, benar dalam kehidupan-Nya, dan benar dalam keberadaan-Nya. Jauh sebelum Kristus mati dan kemudian bangkit, Ia mengatakan, ““Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup … Percayakah engkau akan hal itu?” (Yoh. 11:25-26). Perkataannya sungguh benar dan dapat dipercaya, Ia telah membuktikan, bahwa ia tidak berdusta. Yesus pun benar dalam kehidupan-Nya. Penjahat di sebelahnya berkata bahwa Yesus hidupnya benar dan tidak bersalah , karena itu ia dengan yakin memohon, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Yesus Kristus adalah benar dalam kehidupan-Nya, Pontius Pilatus  sebagai Hakim Agung tidak bisa menemukan kesalahan-Nya, namun karena ia ingin diterima dihormati, ia melakukan keputusan yang bertentangan dengan nurani. Saat itulah Istri Pontius Pilatus, mengingatkan, “Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya: “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam.”(Matius 27:19). Istri Pontius Pilatus ditulis dalam sejarah, bahwa ia telah sungguh percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat, banyak buku pernah menuliskannya salah satunya adalah, Paul L. Maier. Pontius Pilate: A Biographical Novel. Kregel Publications, 1995, ISBN 0-8254-3296-0, p. 370 (endnotes to Chapter 26). Itu sebabnya saudara-saudara Katholik memberikan julukan Santa Claudia Procies.  Keberadaan Kristus itu menyatakan bahwa Ia benar-benar Tuhan. Ia adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi sekaligus Penguasa Semesta. Alam mautpun tidak bisa memenjarakan-Nya. Ia mati untuk menebus, Ia juga bangkit mengalahkan maut, bahkan Ia naik ke sorga dilihat oleh banyak sekali saksi.

Kedua, Kebangkitan Kristus membuktikan ada kebangkitan tubuh orang mati. Tubuh Kristus yang mati, sekarang bangkit. Kenyataan ini memberikan pengharapan bahwa ketika kita mati, kita yang mati di dalam Kristus, akan dibangkitkan kembali dengan tubuh kemuliaan untuk bisa hidup bersama-sama dengan Allah di Sorga. Di dunia ini ada beberapa paham; paham yang yakin bahwa oran gmati akan hancur dan lenyap. Paham yang percaya bahwa tubuh adalah penjara jiwa karena itu tidak akan sampai ke sorga, tapi juga ada paham seperti yang disampaikan oleh Alkitab, bahwa tubuh yang mati akan dibangkitkan. Yesus Kristus adalah yang sulung, dan kemudian tubuh kitapun akan dibangkitkan oleh-Nya. Konteks 1 Korintus adalah orang-orang Yunani tidak percaya ada kebangkitan tubuh, karena itu rasul Paulus memberikan alasan-alasan kenapa Kristus bangkit, salah satunya adalah untuk meyakinkan kita bahwa ada kebangkitan tubuh orang mati.

Ketiga, Kebangkitan Kristus menyatakan bahwa Ia punya Kuasa atas maut dan kematian. Itulah kuasa terbesar, mampu menaklukan maut dan kematian. Jika yang paling besar dan mustahil dikalahkan oleh manusia saja Ia bisa taklukan, maka segala kesulitan yang lain, akan dengan mudah Ia taklukkan. Dalam kehidupan ini, dosa , mati dan maut , semua sudah ditaklukan oleh Kristus. Itu seharusnya memberikan keyakinan yntuk percaya kepada Kristus. Ia akan melepaskan kita dari segala dosa kita, ia akan memberikan kepada kita hidup yang kekal, dan ia akan menjamin tempat kita di sorga.

Lalu bagaimana dengan kehidupan selama di dunia ini? Ada kuasa Kebangkitan Kristus yang menyertai kita, apabila kita menerima Kristus. Dengan menerima Kristus, kita menerima semua pertolongan Tuhan Allah, “Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? (Roma 8:32)   Ketika Anda datang kepada Yesus, Darah-Nya menyucikan dosa-dosa Anda dan Anda dilahirkan kembali. Kiranya itu menjadi pengalaman Anda oleh iman di dalam Kristus Yesus. Kiranya Kristus yang telah bangkit menjadi realitas kehidupan bagi Anda. Pujianmu, ajaran dan kotbah yang Anda dengar serta semua aktivitas kekristenan kita, sungguh memuliakan Kristus. Jika itu Anda alami dan lakukan, maka kuasa kebangkitan Kristus juga akan menyertai jemaat sekalian di dalam mengarungi hidup dengan segala tantangan dan problematikanya. Kita akan menjalani hidup berkemenangan dan penuh arti karena Kuasa Kebangkitan Kristus. So..jangan jadi orang Kristen tanpa Kristus.

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: