2% is not Zero % ; Selagi ada kesempatan…

Belajar Menghargai Waktu

oleh: Hendra Rey

“Even though, because of cancer, I am diagnosed to have 2% of life expectancy…it’s 2, not zero, it’s OK” (Nightbirde with Simon / American Got Talent 2021)

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

Efesus 6:15-16

Waktu hidup di dunia sangat terbatas dan singkat. Dulu masih kecil, tidak terasa sekarang telah menjadi tua. Sebelum pandemic bebas melakukan apa saja, zaman pandemic banyak hal harus disiasati dengan bijak. Seharusnya kita menggunakan waktu sebaik-baiknya selama hidup, dengan melayani Tuhan dan mempersiapkan diri menghadapi hari kematian. Jangan hanya memikirkan hidup mencari uang, sukses, kapan lagi bisa liburan keliling dunia dan sebagainya. Apalagi hari-hari ini adalah jahat, jangan sampai kita terjebak di dalam kejahatan dan menyia-nyiakan waktu. Apa itu kejahatan yang paling kejam? Itulah kejahatan karena tidak mencari Tuhan dan menyia-nyiakan waktu yang Ia percayakan kepada kita. Jika kita tidak bijak memanfaatkan waktu, hidup kita akan di Neraka selama-lamanya.

Ada seorang berkata kepada saya, pak Hendra saya pengen,”Muda foya-foya, Tua Kaya Raya, Mati masuk Sorga” Wow keinginan yang hebat, kalau bisa saya juga mau, tetapi apa yang kamu ga pengen? Ia lalu menjawab, Saya ga pengen, “Muda menderita, Tua biasa-biasa aja dan Mati masuk Neraka”. Saudara, apa yang dia ga pengen harusnya juga tidak terjadi di dalam hidup kita, awal yang menyesakkan karena menderita, akhir yang memilukan karena masuk Neraka. Tetapi apa yang dia pengen, apakah itu mungkin terjadi dalam hidup kita? Kalau toh terjadi apakah itu baik dan benar? Foya-foya bukanlah hidup yang bertanggungjawab, karena itu tidak boleh dijadikan impian. Namun coba perhatikan dibalik pernyataannya yang nyeleneh, itu bicara soal waktu, masa muda, masa tua dan masa dalam kekekalan. Jadi bagaimana melewati masa masa tersebut dengan baik itu adalah soal menghargai waktu. Kalau Anda anak muda, bagaimana cara menghargai waktu? Kalau Anda sudah memasuki usia 50 tahun ke atas , apakah yang menjadi tujuan hidup? Jangan lupa sikap kita terhadap waktu dan bagaimana cara menjalaninya pasti juga berpengaruh pada kehidupan kekal.

Nightbirde (Jane Marczewski), dalam American Got Talent menciptakan dan menyanyikan lagunya sendiri. Ia menderita 3 jenis penyakit Kanker, dan paramedis berkata kepadanya hidup tinggal 2% tapi , ia berkat 2% bukanlah nol %. Wow, selama hidup sesempit dan sesedikit apapun dia tetap ingin Bahagia dan menjadi berguna bagi orang di sekitarnya. It’s Okay katanya, hidupku pelan-pelan berlalu, It’s Okay jangan itu membuat putus asa , tetapi justru memaksimalkan waktu yang ada dengan hidup yang lebih berarti. Saya sungguh merekomendasi untuk menyaksikan vidio yang mengispirasi, bukan karena kemampuan berkata-kata ala motivator yang sering tidak mengalami sendiri (mungkin omong doang), tetapi Nightbirde mengalami, menyelami, menguatkan diri sendiri, hingga menuliskan sebuah Beautiful Song, dan semua liriknya menginspirasi dunia.

Nightbirde's "It's OK" Reaches #1 On US iTunes Song Sales Chart Following  Golden Buzzer-Winning "America's Got Talent" Performance
Nightbirde with Simon (American Got Talent 2021) “even though I am diagnosed to have 2% of life expectancy…it’s 2, not zero, it’s OK” What a beautiful character. Carry such health challenge, she keeps pursue her dreams.

Zaman ini rencana tidak tentu bisa dijalankan dengan lancar, semua mimpi dan rencana tiba-tiba bisa berubah, bahkan harus diubah untuk menyesuaikan diri dengan sikon dan juga antisipasi agar tidak lebih terpuruk. Bahkan tiba-tiba kita berada di antara hidup dan mati, dekat sekali. Bagaimana kita menghargai waktu? Saya mengusulkan untuk paling tidak mengamati 3 jenis waktu yang sedang terjadi dalam hidup ini;

Pertama, Waktu Kronos yakni waktu yang dapat diukur dengan jam, hari, tanggal, bulan, tahun dan sebagainya; baik sebagai waktu jangka pendek seperti sekejap mata (Lukas 4: 5) maupun jangka panjang seperti puluhan tahun (Kisah 13:18). Kronos dapat juga dimengerti sebagai deretan peristiwa dan kemungkinan yang terjadi dalam hidup manusia. Oleh sebab itulah kita sering mendengar kata kronologi. Nah mari kita berpikir bijak bagaimana mengisi dan memaknai waktu yang sedang berjalan ini, agar kelak di kemudian hari kita bisa tersenyum dan mengatakan terima kasih Tuhan untuk semua hikmat dan tuntuan-Mu. Masa muda sampai dewasa harus diisi dengan apa? Saya usul salah satunya adalah banyaklah diisi dengan memberi komando kepada diri sendiri bagaimana bisa bertahan, survive dan bertumbuh, dan jika memang punya kapasitas, juga komando kepada orang lain agar terus terarah kepada kebajikan dan kebenaran.

 Masa dewasa sampai tua harus dimaknai bagaimana? Saya usul banyaklah diisi dengan merenungkan semua yang terjadi tentang hidup Anda di hadapan Tuhan dan sesama dengan segala keberhasilan dan kegagalan kita. Kemudian berikanlah nasihat-nasihat bijak, jangan terlalu banyak memberi komando, karena itu seringkali salah dan menyakitkan. Mungkin Anda tidak menyadarinya tetapi orang-orang menggerutu di belakang Anda. Menurut penelitian Universitas di Indonesia, masa pensiun (dimulai dari 58 tahun) sebaiknya memikirkan yang Mandiri (tidak bergantung pada anak dan cucu), Maju (bisa berbeda dengan kebanyakan orang yang masih ingin berkuasa) dan Sejahtera (pikirkanlah hal yang mendatangkan damai sejahtera untuk diri sendiri dan orang lain). Alkitab sendiri menyarankan bahwa orang usia lanjut yang melayani di Kemah Pertemuan (Gereja) sebaiknya tetap melayani tetapi jangan memegang jabatan apa-apa (Bilangan 8:26, Ia boleh membantu saudara-saudaranya di Kemah Pertemuan dalam menjalankan tugas mereka, tetapi tidak usah lagi ia menjabat pekerjaan itu). Mengapa demikian? Karena Tuhan tau akan lebih banyak ngaconya ketimbang benernya. Maka menurut Teori tingkah laku umumnya usia pensiun (dimulai umur 58) adalah masa yang harus disikapi dengan bijak karena post power syndrome itu sungguh lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya.

Kedua, Waktu Kairos, yakni waktu kesempatan demi kesempatan yang menghampiri hidup kita. Galatia 6: 10 berkata, “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman”.  Artinya, kalau kesempatan tidak digunakan, maka waktu (kairos) akan hilang. Kesempatan yang dimaksud Alkitab adalah kesempatan bagaimana kita berbuat kebajikan, kebenaran dan hal-hal yang bisa mendatangkan manfaat bagi keluarga dan sesama, serta terutama untuk kemuliaan nama Tuhan. Kesempatan apa yang sekarang sedang menghampiri kita, sudahkah kita sikapi dengan hikmat Tuhan?

Ketiga, Waktu Aion yakni tentang waktu kekekalan, yaitu waktu tanpa batas (Matius 12:32). Yang diterjemahkan dengan kata dunia adalah aion (baca Efesus 1:21) Jadi selagi ada waktu, mari kita mulai berpikir bagaimana hidup kita untuk kekekalan, sudahkan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta menyenangkan-Nya? Apa yang kita ingin persembahkan pada Tuhan hingga walau kita sudah mati nanti, persembahan kita masih bisa berguna untuk memuliakan Tuhan? Usul saya, sejak sekarang mari kita pikirkan dengan serius apa yang harus kita lakukan agar berdampak pada kekekalan.

H.R

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: