Fabel Negeri China : Anjing Hitam dan Anjing Coklat

Anjing Hitam dan Anjing Coklat (dari buku, Burung Gagak dan Pujian Sang Rubah. oleh : lei Wei Ye/ Hendra Rey)

Setia lebih penting dari Rupa

Jaman dahulu di negeri China bagian selatan, ada seorang petani yang memelihara dua ekor anjing. Anjing yang satu berwarna hitam, dan yang lainnya berwarna coklat. Anjing hitam tubuhnya kecil dan kurus, seluruh bulunya hitam, cuma ada sedikit yang abu-abu di bagian perutnya. Anjing hitam itu tampangnya buruk, jarang ada orang yang suka terhadapnya, tetapi sangat aktif dan setia. Anjing yang coklat perawakannya tinggi besar, bulunya coklat dan berkilat, dan tampangnya garang seperti singa. Para tamu yang melihatnya pasti langsung suka terhadapnya, tidak terkecuali tuannya. Ke manapun Tuannya pergi, anjing coklat pasti mengikuti sampai jauh baru pulang ke rumah.Kalau tuannya ada di rumah, anjing coklat akan selalu berusaha dekat dengan tuannya, dan bermanja-manja pada sang Tuan. Malam hari anjing coklat tidur bersama tuannya, anjing hitam tak bersuara sedikitpun dan tidur di dekat cucuran air, dan kalau ada sedikit saja suara, anjing hitam akan bangun dan berpatroli ke sekeliling rumah. Sehingga, sang Tuan tidak pernah kemalingan.

two, black, brown, puppies, sitting, floor, looking, labrador, dogs, young  | Pxfuel

Pada suatu hari, Tuan pulang ke rumah dalam keadaan lelah luar biasa, oleh karena itu dia langsung tertidur dengan lelap. Saat itu ada seorang pencuri masuk ke halaman rumah hendak mencoba masuk ke dalam rumah untuk mencuri. Seketika itu juga anjing hitam menggonggong dengan galaknya, sehingga pencuri itu lari tunggang langgang. Mendengar gonggongan anjing hitam yang begitu keras, Tuan rumah terbangun. Dia meneliti keadaan rumah sekitar dan tidak didapatinya kejadian apa-apa. Dengan kesal diomelinya si anjing hitam karena telah mengganggu tidurnya.

Sejak saat itu, Tuan sering mengomeli si anjing hitam, bahkan nampak sekali tidak suka terhadapnya. Anjing itu tiap hari mendapat pukulan, dan bahkan sering tidak diberi makan, sama sekali tidak pernah mendapat belaian. Bulang demi bulan berlalu, tuannya tampak sekali menunjukan rasa suka yang berlebih terhadap anjing coklat sedang anjing hitam selalu mendapat perlakuan buruk dan sikap benci. Karena tidak tahan dengan perlakuan demikian, akhirnya si anjing hitam memutuskan untuk meninggalkan rumah. Sebelum berangkat, dia berkata kepada anjing coklat: “Keadaan sekeliling rumah tuan sering tidak aman. Kamu harus tidur di luar, sering berpatroli untuk memastikan keamanan rumah tuan kita.” Selesai berkata, dengan berlinang air mata dia pun pergi meninggalkan rumah itu.

Pada mulanya, anjing coklat melaksanakan nasehat anjing hitam. Lagipula si pencuri masih teringat dengan kejadian dikejar anjing hitam, sehingga tidak berani masuk mencoba mencuri. Dengan demikian rumah Tuan menjadi aman. Tetapi seturut dengan berlalunya waktu, anjing coklat mulai mengabaikan nasehat anjing hitam. Apalagi tidur di luar sangatlah dingin, oleh karena itu anjing coklat kembali tidur di kamar tuan rumah.

Para pencuri mengamati rumah sang Tuan rumah dan mendapatkan anjing hitam sudah pergi, dan tidak ada anjing lain, jadi mereka mulai memberanikan diri bergantian mencuri. Hari ini si A mencuri ayam, besok si B mencuri angsa. Satu demi satu harta milik tuan tersebut hilang dicuri maling. Mendapatkan rumahnya tidak lagi aman, Tuan rumah barulah terpikir si anjing hitam. Selama anjing hitam ada di rumah, walaupun dia tidak enak dipandang mata karena buruk rupanya, tetapi sama sekali belum pernah satupun maling berhasil masuk rumahnya. Anjing hitam selalu waspada dan sungguh melindungi tuannya. Begitu anjing hitam pergi, tidak lama kemudian maling lebih mudah masuk rumahnya dan mencuri barang-barangnya. Dipandangnya anjing coklat yang nampak gagah dan garang namun selalu ceroboh sehingga maling bisa masuk rumahnya. Setelah berpikir dan merenung, tuan menjadi kesal terhadap anjing coklat. Barulah si Tuan Rumah menyesali sikapnya terhadap si anjing hitam dulu. Betapa inginnya dia si anjing hitam segera kembali ke rumahnya!

Hikmat Fabel:

Asisten atau pelayan yang setia akan tetap bekerja kendatipun tidak diawasi, dan juga terkadang memberi suara yang keras demi membantu pemimpinnya. Sebaliknya asisten atau pelayan yang egois takkan bekerja jika tidak diawasi serta suka diam, dan cenderung Yess Man alias asal Bapak Senang, karena tak berani memberi kritik yang membangun untuk tuannya. Kebanyakan Pemimpin yang tidak pintar sangat suka tipe ini, walau sebenarnya tanpa sadar banyak hal di korup atau dirugikan oleh bawahannya.

Hendra Rey

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: