Tujuan Hidup Berkeluarga

Hendra Rey

Tujuan Hidup Keluarga

Matius 19:5-Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Berkeluarga yang sehat itu mengikuti ajaran Tuhan yakni seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya. Artinya laki-laki harus semandiri mungkin, tidak tinggal dirumah orangtuanya, supaya bisa membangun keluarga yang sehat secara mental, psikis dan rohani. Dalam pengalaman melayani saya menemukan umumnya istri yang tinggal di rumah orang tua suami menderita secara batin. Kecuali jika orang tuanya usianya sudah lanjut dan kesehatannya membutuhkan pertolongan. Laki-laki perlu mandiri Bersatu dengan istrinya untuk membangun keluarga mencapai tujuan seperti prinsip yang dalam Alkitab.

Kata “Bersatu” menggunakan istilah Yunani Kolethesetai itu seperti dua besi yang dilas bersama untuk membentuk sesuatu yang lebih berarti atau lebih berguna. Kemudian kata ini umumnya berarti diperkokoh Bersama, atau ditata Bersama, untuk menggambarkan bahwa keduanya harus dalam hubungan saling satu sama lain dan merupakan tingkat kedekatan yang paling tinggi.

Jadi dua orang menjadi satu dan membentuk keluarga itu tujuannya adalah agar hidupnya lebih tertata, sempurna, kuat dan lebih berguna. Itulah tujuan membentuk keluarga. Semua itu tentunya akan melewati proses yang harus diupayakan dengan sepenuh hati di hadapan Tuhan.

Menjadi sebuah keluarga, mengerti dari beberapa prinsip Alkitab, memiliki tujuanya yakni;

  1. Saling menopang secara rohani. Suami-istri, ortu-anak itu terbentuk agar membangun kerohanian yang benar di dalam Tuhan sehingga seiisi rumah mengenal Tuhan Yesus. Kemudian Bersama keluarga melayani Tuhan.
  2. Saling mengisi dan membangun secara karakter dan kepribadian, sehingga mengalami hidup yang lebih baik, tertata, dan lebih berguna.
  3. Saling memberikan kesenangan secara psikis dan fisik. Setiap orang perlu memikirkan apa yang harus dibuat sehingga pasangannya, dan kemudian keluarganya mendapat kesenangan.
  4. Memperoleh keturunan. Allah Berkeluarga itu untuk memperoleh keturunan. Berani berkeluarga itu berarti menjalankan mandate prokreasi yakni mendapatkan keturunan, kecuali karena alasan kesehatan atau usia yang sudah sulit untuk melahirkan. Orang menikah tapi tidak ingin mempunyai anak itu bertentangan dengan firman Tuhan.
  5. Menjadi sahabat yang saling mengerti kesusahan, pergumulan dan kerinduan sehingga bisa kuat dalam menjalani hidup yang tidak mudah dan tetap bisa berkarya.

Zaman memang sudah berubah tapi manusia tetap sama. Kita tetap butuh cinta, kebahagiaan, dan kehangatan sebuah keluarga. Semua itu diawali dengan sikap hormat dan mengasihi seperti kepada Tuhan Yesus.

Salam Mencapai Tujuan Keluarga

Hendra Rey

Hati Sukacita Indonesia

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: