Sendiri Bersama Tuhan

oleh : Hendra Rey

Sendiri Bersama Tuhan

Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Matius 14:22-23

Konteks ayat tersebut itu disekitar Tuhan Yesus baru memberi makan 5000 orang, dan menolong para murid yang sedang letih dan ketakutan. Pada waktu itulah Tuhan menyempatkan diri untuk sendirian bersama Allah Bapa. Bagi saya, dua keyakinan muncul dari tindakan Yesus:

Pertama, Yesus berbelas kasih sampai akhir! Ia rajin dan giat untuk menolong sesama dan mengajar kebenaran, namun sama sekali tidak mengabaikan waktu sendirian bersama Allah Bapa.  Teladan ini sudah sepatutnya diikuti oleh orang Kristen yang sejati.

Mari saya jelaskan. Sementara berduka atas kehilangan Yohanes Pembaptis, Yesus melayani orang banyak dan juga murid-muridnya. Yesus menjaga orang banyak itu sehingga Ia dapat menyuruh murid-muridnya pergi mendahului-Nya. Kemudian Yesus memasuki waktu doa-Nya di tempat yang jauh dari keramaian dan di hadapan Bapa-Nya. Ketika berada di bumi, Tuhan Yesus sering kali meluangkan waktu untuk sendirian dengan Allah (bd. Mr 1:35; 6:46; Luk 5:16; dll). Waktu sendiri bersama Allah sangat penting bagi kesejahteraan rohani setiap orang percaya. Ketidakinginan untuk berdoa sendirian dan bersekutu dengan Bapa di sorga adalah suatu tanda yang jelas bahwa hidup rohani kita sedang mengalami kemunduran. Apabila hal ini terjadi, kita harus berbalik dari segala sesuatu yang tidak menyenangkan hati Tuhan serta memperbaharui penyerahan kita untuk tetap setia mencari Allah dan kasih karunia-Nya yang menyelamatkan

Kedua, kepedulian terhadap orang banyak serta waktu-Nya sendirian dengan Bapa adalah pengingat yang penting bagi saya. Dalam kesedihan, kesulitan dan patah hati saya, saya perlu mengingat orang lain dan tidak berkubang dalam mengasihani diri sendiri. Tetapi membantu orang lain, aktif dalam kegiatan pelayanan tidak boleh menjadi pelarian dari menyediakan waktu sendiri bersama Allah Bapa. Memiliki waktu sendirian bersama Tuhan, kita tidak akan menjadi orang Kristen anak-anak yang bermental cengeng, yang selalu hanya mengharapkan Tuhan redakan badai supaya hidup kita tenang, tetapi menjadi orang Kristen Tangguh, karena Tuhan membuat hati kita tenang dan kuat untuk siap menghadapi badai yang sedang mengamuk dan menerjang kehidupan kita. Seperti Kristus yang tak gentar menghadapi Salib Golgota agar tercapai tujuannya menyelamatkan umat manusia dari murka Allah atas dosa. Tanpa Tuhan, kehidupan tidak memiliki tujuan. Tanpa tujuan, hidup tidak memiliki makna. Tanpa makna, kehidupan tidak memiliki harapan. Karena itu bertapa pentingnya waktu sendiri bersama Tuhan, itu kunci dari kekristenan karena benar-benar memperbarui, memulihkan, dan merevitalisasi kehidupan mental spiritual jiwa kita. Dengan mental spiritual yang segar barulah kita bisa menjadi alat Tuhan bagi mereka yang terluka, patah hati, berbeban berat dan kesulitan serta mereka yang membutuhkan pertolongan Tuhan melalui kita. Ya , waktu sendiri bersama Tuhan Yesus akan membuat kita mengalami banyak hal baik dari sorga, itu sebabnya mengapa banyak orang mengatakan, “Mereka yang selalu berlutut menghadap Tuhan, akan selalu bisa berdiri menghadapi apapun”

Salam Sendiri Bersama Tuhan

Published by Krynon Journey : Motivation-Education-Information

Saya menjadikan site ini untuk berbagi Motivasi, Edukasi dan Informasi yang berguna untuk membangun sesama manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: